Senin, 24 Juni 2013

MENJADI SEORANG PENJUAL YANG HANDAL




Mengapa Saya Perlu Menjadi Seorang Penjual ?

Coba tanyakan pada orang sekitar Anda, apakah ada yang mau menjadi
salesman? Jawabnya sebagian (besar) pasti akan bilang tidak. Memang
sebagian orang berpendapat bahwa mereka tidak mampu menjadi sales
atau penjual. Tidak bakat, katanya. Benarkah demikian?

Sebenarnya tidak dapat dihindarkan bahwa Anda harus melakukan
pekerjaan sales ini setiap saat dalam jabatan apapun. Kita sering harus
“menjual” atau menawarkan gagasan kita agar diterima atasan dan
bawahan. Kita harus “menjual” atau membujuk orang di bagian lain agar
mau menerima cara kerja kita. Kita harus memberikan jawaban yang
memuaskan setiap kali ada komplain dari pelanggan. Tanpa disadari,
kunci keberhasilan Anda sebagai karyawan dan pengusaha ditentukan
oleh kemampuan “menjual” diri, produk, dan gagasan Anda secara
persuasif pada orang lain. Itu semua adalah bagian dari pekerjaan
menjual. Kalau Anda tidak mampu menguasai teknik menjual ini, Anda
akan dikategorikan sebagai orang yang tidak mampu berkomunikasi
dengan orang lain. Saya jamin, Anda tidak akan sukses dalam karir dan
bisnis Anda.

Modal utama dari seorang penjual
bukan hanya ada pada bakat, tetapi juga yang terpenting adanya kemauan untuk menjadi bisa, dan mampu.
Menurut fakta catatan, dan pengalaman, kemampuan
bisa dipelajari dan secara
alamiah,dan selanjutnya akan tumbuh menjadi bakat kita.
Bahkan salesman profesionalpun
masih sangat perlu diberikan beberapa training. Mengapa?
Sebab kemampuan menjual harus
dikembangkan dengan cukup banyak
pelatihan sehingga menjadi lebih berpengalaman.
selamat mencoba, dan semoga menginspirasi ?!

Bagaimana Menjadi Penjual Yang Baik?

Pada dasarnya tugas utama seorang penjual di samping menjual
barang maka ia juga harus berusaha agar dapat membangun citra
perusahaan yang baik di mata para langganan atau calon langganan
yang ia hadapi.
Bagi perusahaan-perusahaan yang mengetahui dan menyadari
pentingnya latihan-latihan guna mendapatkan penjual yang kreatif maka
banyak program latihan dalam perusahaan yang diperuntukkan penjual
tetap dilaksanakan secara berkembang dan meluas.
Misalnya: penjual-penjual tersebut
diberi program pelajaran dasar-dasar
pemasaran, teknik dan cara menjual,
latihan kerampilan berkomunikasi dan
lain-lain. Karena pada dasarnya suatu
perusahaan yang baik bila memiliki
penjual haruslah penjual-penjual yang cukup
berpendidikan, memiliki rasa tanggung
jawab yang besar dan juga terlatih.
Jadi keberhasilan seorang penjual
tidak cukup kalau mereka hanya
bermodalkan senyuman, tas dan sepatu
yang bersih dan berpenampilan sedapat mungkin menarik.

Namun penjual yang baik hendaklah
mereka yang mengetahui dan mampu
untuk menganalisa apa yang dibutuhkan
konsumen pada saat ini, apa yang
paling disukai maupun yang paling tidak
disukai oleh kosumen, mutu promosi,
pemberian service yang paling jitu
dalam menarik minat konsumen agar
mereka mau membeli produk kita. Selain
itu seorang penjual harus juga mengenal
medan (wilayah) dengan seksama,
dapat memanfaatkan dan menggunakan
waktu secara cermat, efisien serta
tepat. Karena waktu bagi penjual
merupakan resource yang sangat penting
sekali. Dan sudah barang tentu pula
faktor keramahtamahan harus ada.

Kualifikasi Penjual

Untuk lebih jelasnya lagi maka kita dapat membagi kategori penjual
berdasarkan atas kualifikasinya berikut ini :
- Kategori 1 : adalah penjual yang sopan, ramah, baik dan penurut
- Kategori 2 : adalah penjual yang produktif dan yang
memiliki banyak akal cerdik mengunakan setiap kesempatan
- Kategori 3 : adalah penjual yang sangat produktif walaupan tanpa memiliki
akal cerdik

Kemampuan Bertempur

Penjual kategori 1 biasanya cenderung untuk selalu tunduk dan taat
dengan apa kata boss. Ia kurang mempunyai rasa bertempur yang tinggi
dengan perusahaan pesaing, sikapnya pasif dan kurang pandai
membaca strategi musuh. Oleh sebab itu prestasi penjual biasanya juga
termasuk sedang-sedang saja. Karena penjual ini bersifat penurut jelas
kalau ia tidak berani untuk berbuat/bertingkah yang macam-macam
terhadap boss. Satu hal lagi penjual dalam kategori ini biasanya
hanya lebih suka sebagai pengambil order saja.
Penjual yang tergolong ke dalam

kategori 2 ini cenderung memiliki
kemampuan bertempur cukup tinggi,
hal ini disebabkan penjual ini adalah
seorang penjual yang kreatif. Bisa
dikata ia mempunyai indra ke enam
yang tajam dalam menganalisa
kekuatan pasar yaitu dengan jeli ia
mengamati seberapa besar jumlah
produk yang dibutuhkan konsumen
ataupun ketajamannya dalam
mengevaluasi berapa prosentasi market
share yang telah dikuasai
perusahaannya dan perusahaan
pesaingnya. Karena penjual ini
tergolong mempunyai produktivitas
kerja cukup tinggi maka jangan heran
kalau ia juga mempunyai banyak akal,
cara ataupun taktik menyusup ke kubu
lawan melalui proses liku-likunya yang
memang sudah ia kuasai.

Kategori 3 adalah penjual yang juga tergolong produktif seperti
halnya penjual kategori 2 tapi disini ia tidak menerapkan akal
bulusnya terutama untuk mengelabui bossnya. Beruntung sekali
apabila perusahaan yang pada kenyataannya mempunyai penjual
seperti dalam kategori 3. Penjual yang rajin, produktif, jujur ( tidak
suka mengakali boss) merupakan penjual yang ideal dan disukai
banyak perusahaan. Namun perlu diingat orang-orang seperti kriteria
di atas dewasa ini sulit sekali diketemukan. Sebab sebagian besar
waktu penjual adalah di luar kantor jadi kita terkadang mengalami
kesulitan untuk mendeteksi mereka secara langsung. Jadi semakin
pandai penjual membaca serta menyesuaikan diri dengan situasi
makin baik kesan konsumen terhadapnya sehingga makin banyak
barang atau jasa yang berhasil ia jual.

Bila kita hubungkan dengan ke tiga macam klasifikasi penjual
dimuka maka apabila perusahaan akan merekrut penjual janganlah
ragu untuk memilih penjual yang tergolong dalam kategori 2.
Dengan mengingat sepanjang penjual tersebut tidak terlalu merugikan
perusahaan.
Tapi yang paling
menentukan adalah
kemampuan si boss dalam
memanajemen para
penjualnya. Sehingga
perusahaan tidak terlalu
tergantung pada satu
penjual yang dianggap baik
saja namun perusahaan juga
perlu melatih penjualnya
yang lain agar dapat
menjadi seorang penjual
professional.


Dengan demikian penjual professional harus belajar merasakan
perasaan orang lain. Bicarapun diusahakan agar jangan sampai
menyinggung perasaan konsumen . Kalau perlu kurangi bicara
terlalu panjang lebar, apalagi bila ada pembicaraan yang
menyimpang dari pokok pembicaraan hendaknya dibuang. Bila
memungkinkan bisa ditambahkan dengan gagasan -gagasan kita
sendiri. Buatlah konsumen terpikat dengan pembicaraan dan
gagasan-gagasan kita yang wajar, tidak berlebihan dan mengenai
sasaran.

Beberapa Tips untuk Menjual

1. Menguasai benar-benar apa yang akan Anda “jual”
Tidak peduli apakah Anda mau menjual barang atau jasa atau gagasan
atau mengajak kerjasama patungan dll, Anda akan lebih berhasil bila
Anda mengetahui benar-benar apa yang Anda sampaikan. Pelajarilah dan
perispkan pengetahuan Anda tentang apa ciri khas “produk” Anda, apa
manfaat utama untuk penggunanya, apa kelemahannya, apa kekuatannya,
dan harga atau biayanya.

2. Penampilan
Kepribadian Anda akan terpancar dari

Wah, terlambat! Aku janji
bertemu dengan klien
satu jam yang lalu...

penampilan Anda. Orang akan melihat
penampilan fisik terlebih dahulu, baru
kemudian komunikasi Anda. Sesuaikan
penampilan Anda dengan apa yang
Anda jual dan siapa pelanggan Anda.

3. Kemauan bergaul dengan orang.
Setelah penampilan Anda diterima
orang, mulailah bicara. Kembangkan
kemauan untuk bergaul dengan orang
lain. Pelajari cara etika pergaulan. Kata
kuncinya adalah ramah. Perlu
keramahan dalam berkomunikasi
dengan orang lain. Jangan lupa disiplin
waktu dan tepatilah janji Anda.


4. Bantulah calon pembeli mengambil keputusan
Calon pembeli biasanya ragu-ragu. Yakinkan dia bahwa tawaran Anda
itu bagus dan tepat bagi dia. Kalau perlu buatkan perbandingan
dengan produk sejenis. Setiap kali calon pembeli mengutarakan
keberatan, hendaknya Anda siap dengan jawabannya. Namun terlebih
dahulu katakan “ya, tetapi..........” Jangan sekali-kali memaksa.

5. Manfaatkan peluang penjualan dengan baik
Agar calon pembeli benar-benar membeli, maka Anda harus awas dan
jangan melepas peluang begitu mereka menampakkan tanda setuju.
Penjualan tidak sekaligus, tetapi langkah demi langkah akan membawa
pada keberhasilan. Ikuti dengan sabar, dan segera manfaatkan
peluang begitu mereka nampak bersedia. Setelah penjualan, Anda
berikan informasi dan alamat jelas untuk follow up jika ada masalah di
kemudian hari. Ada kemungkinan mereka akan membeli lagi lain kali.
Mengatur Komunikasi Marketing

Untuk meraih sukses, Anda perlu strategi yang dapat memformulasikan
kebutuhan-kebutuhan Anda secara strategis. Caranya dengan
mengeksplorasikan seluruh pilihan marketing komunikasi dan
maksimalkan peluang mendapatkan penghasilan keseluruhan. Ada
beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mempermudah memanage
marketing komunikasi ini, yaitu:

1. Temukan bagaimana caranya menciptakan persepsi dari tujuan
utama produk tersebut. Sebuah produk tentunya memiliki tujuan utama
yang dimaksudkan bagi konsumen, ciptakanlah persepsi tujuan tersebut
agar proses marketing menjadi lebih mudah.
2. Identifikasikan segmen pasar yang paling menguntungkan untuk
mencapai target. Segmentasi pasar sangatlah penting dalam tujuan
penjualan produk. Untuk mengidentifikasikannya, Anda bisa
mempelajari pola perilaku pasar. Dari sana akan ditemukan berbagai
karakteristik yang bisa menentukan langkah marketing selanjutnya.

3.Optimalkan nilai hubungan antar
konsumen yang menjadi daerah
marketing komunikasi Anda.
Hubungan dengan para konsumen
adalah langkah baik untuk
mengetahui kelemahan dan kekuatan
produk tersebut juga untuk
mempermudah proses penjualan.
4. Bangun strategi tingkat
pendapatan yang sekaligus
menghasilkan suport manajemen.
Strategi adalah sesuatu yang
wajib dimiliki, strategi ini
dimaksudkan sebagai panduan
dalam menentukan langkah praktis.
5. Identifikasikan teknologi media
baru untuk mengintegrasikan
komunikasi.

6. Tingkatkan hubungan baik dengan media dengan mengkoordinasikan
startegi advertising dan strategi public relation. Media massa adalah
chanel paling efektif dalam proses marketing.



Hebat adalah untuk melakukan satu hal yang biasa dengan cara yang tidak biasa.
Excellence is to do a common thing in an uncommon way.
~Booker T. Washington



Cara memulai sesuatu adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan.
The way to get started is to quit talking and begin doing.
~ Walt Disney


(sumber: ragam nara sumber)

----------------------------------------------------------------------------------
MSDM. MJA  - Artikel Pembelajaran, SPG/SPB - Tenaga Penjual Toko

Senin, 11 Maret 2013

Mengembangkan Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran



Belajar kreatif telah menjadi bagian penting dalam wacana peningkatan mutu pembelajaran. Hingga kini kreativitas telah diterima baik sebagai kompetensi yang melekat pada proses dan hasil belajar. Inti kreativitas adalah menghasilkan sesuatu yang lebih baik atau sesuatu yang baru. Hal tersebut sesuai dengan pendapatn Jeff DeGraff& dan Khaterine (2002)  menyatakan bahwa Creativity is core of all the competencies of your organization because creativity is what makes something better or new.
Produk baru bersifat relatif. Baru bisa bermakna sebagai hasil menyempurnakan, menambahkan, mengubah, mereposisi dari sesuatu yang ada sebelumnya sehingga sesuatu berubah menjadi lebih baik atau tampil beda. Baru juga bisa berarti tidak ada sebelumnya di dalam kelas atau di sekolah sendiri, di sini. Tidak peduli bahwa sesuatu itu sebenarnya sudah pernah ada di tempat lain. Jika kebaruan itu mencakup batas beberapa sekolah atau bahkan lebih dari itu, maka nilai kreativitasnya meningkat.
Apabila guru menggunakan konsep tersebut sebagai dasar pengembangan pembelajaran, maka masalah yang dihadapinya adalah bagaimana siswa dapat berkegiatan dengan menggunakan cara yang berbeda dari sebelumnya. Memilih cara melakukan sesuatu sehingga menghasilkan model berbeda dari yang sebelumnya.
Konsekuensi dari guru memerlukan data atau fakta mengenai proses  dan hasil belajar sebagai bahan perbandingan. Selanjutnya data digunakan untuk menentukan indikator pembeda.
Proses dan hasil belajar yang dijadikan bahan perbandingan pada prinsipnya dapat berasal dari produk siswa yang sama, internal sekolah, maupun dari sekolah lain, misalnya, dari sekolah yang mampu menghasilkan produk lebih unggul. Membandingkan proses belajar dan hasil belajar dengan produk internal disebut benchmarking internal, sedangkan membandingkan dengan proses dan hasil belajar dari luar sekolah disebut benchmarking eksternal.
Peta Profil Kreativitas
Jeff DeGraff dan Khaterine mengelompokkan kreativitas pada kuadran kiri dan kanan dalam diagram berikut:

Profil individu imajinif (imagine) memiliki kompetensi dalam mengembangkan kreativitas bersumber dari daya imajinasinya. Sesungguhnya setiap individu memiliki kemampuan menghayal, namun individu imajinatif mampu mewujudkan hayalannya dalam ide dan karya yang unik. Ujung dari hayalnya adalah berkarya.
Individu imajinatif mengeksplorasi ide-ide baru, menciptakan tata artistik baru, mewujudkan produk baru, membangun pelayanan baru, memecahkan  masalah dengan cara-cara baru. Potensinya akan berkembang jika didukung dengan kultur lingkungan yang menghargai dengan baik percobaan, melakukan langkah-langkah spekulatif, fokus pada pengembangan ide-ide baru, bahkan melakukan hal yang tidak dapat dilakukan orang sebelumnya.
Profil individu penanam modal (invest) menunjukkan daya kompetisi yang kuat, memiliki kesungguhan dalam berjuang serta intensif dalam mewujudkan keunggulan. Tipe pribadi ini berani kalah dan siap menang dan siap menanggung resiko. Kepribadian investor mengembangkan kreasi dengan cepat sebelum kopetitor dapat melakukannya. Pribadi yang cerdas dan pekerja keras, pikirannya fokus pada kebaikan yang yang akan diraihnya. Karena itu ia memiliki motivasi yang kuat untuk mewujudkan keberhasilan. Kelebihannya ditunjukkan dengan kemampuan merespon dengan cepat tiap perubahan.
Berbagai bentuk penemuan baru dalam bidang teknologi lahir dari tipe orang yang memiliki karakter seperti ini, kemauannya kuat dan tidak pernah puas dengan hasil kerja yang diraihnya.
Profil individu pembaharu (improve) ditandai dengan karakter yang kreativitasnya yang tak pernah surut. Aktivitas meniru sesuatu yang ada, memodifikasi, dan menyempurnakannya dan merekayasa sesuatu menjadi baru atau lebih baik, hingga membuat sesuatu berbeda dari sebelumnya. Profil individu pembaharu, seperti julukannya, memiliki karakter sangat kompleks, tak pernah kehabisan ide, pejuang sejati, dan selalu berusaha keras tidak gagal.
Keunggulannya bemodalkan keunggulan berpikir yang sistematik, berhati-hati, dan selalu memperbaharui idenya dengan cepat serta dapat menapilkannya sebagai ide dan karya nyata. Orang seperti ini akan bekembang optimal jika tumbuh pada kultur yang berorientasi pada masa depan, fokus pada rencana, mengkreasi sistem dan proses, Lebih dari itu, konsisten terhadap standar dan peraturan yang dijadikan dasar pijakan.
Karakter seperti ini mendukung proses kerjanya berdisiplin tinggi, menjujung tingkat kecepatan dan ketepatan yang tinggi. Lebih dari itu, kepatuhannya pada standar terhindar dari kesalahan.
Profil pengeram (incubate) adalah orang yang mematangkan atau mengeram ide-ide inovatif dalam dirinya sebelum gagasan direalisasikan. Profil  memiliki karakter bekerja dengan penuh keyakinan dan sepenuh hati. Jika ia seorang pembisnis maka keyakinan terhadap pekerjaannya lebih daripada bisnis itu sendiri. Ia menghayati kedalamannya. Ia meyakini dengan dilandasi dengan nilai-nilai hidup yang menjadi dasar hidupnya.  Karakter pribadinya selalu mendapat tempat dalam kegiatan belajarnya maupun dalam pekerjaannya.
Profil penggagas memiliki komitmen yang kuat terhadap komunitasnya, fokus membangun kekuatan yang menghargai ide bersama, menjunjung kebersamaan dan efektif berkomunikasi. Kekuatannya didukung pula dengan kebiasaannya tak pernah berhenti belajar, tumbuh kuat dalam kebersamaan, kompeten dalam membangun dukungan, memahami bagaimana belajar dan membangun kekuatan, memahami baik situasi dan kondisi, dan memilih tindakan yang tepat tanpa harus menunggu keputusan yang terlalu lama.
Profil penggagas ini tumbuh dalam interaksi kelompok, menyadari pentingnya meningkatkan kekuatan individu melalui kelompok, menghargai sumber daya manusia, melakukan pelatihan, dan meningkatkan efektivitas fungsi organisasi. Dengan demikian setiap tahap kegiatannya teroganisasi dengan baik.
Dari uraian di atas, seperti dijelaskan Jeff DeGraff dan Khaterine dapat dikembangkan ihtisar ringkas profil kreativitas individu sebagai berikut:
  • Imajinatif (imagine) mementingkan pencapain tujuan inovasi dan pertumbuhan. Karakter : generalis, senang bereksplorasi, menyukai perubahan, dan menyukai keragaman.
  • Penanam Modal (Invest) mementingkan kecepatan dan keuntungan. Karakter : berorientasi pada kinerja, mengandalkan daya pikir, disiplin, dan menyukai tantangan.
  • Pembaharu (improve) mementingkan kualitas dan optimalisasi. Karakter sistematik, menyukai teknik, praktis, dan memiliki perhatian terhadap proses.
  • Penggagas (Incubate) mementingkan peran minat dan kelapangan ide-ide. Karakter: menyukai curah ide, berorientasi pada kekuatan komunikasi, bersifat komunikatif dan menyukai belajar.
Disain Kreatif dalam Perencanaan Belajar

Pembelajaran kreatif yang membuat siswa mengembangkan kreativitasnya. Itu berarti bahwa bahwa pembelajaran kreatif itu membuat siswa aktif membangkitkan kreativitasnya sendiri.
Mengembangkan kreativitas siswa dalam pembelajaran berarti mengembangkan kompetensi memenuhi standar proses atau produk belajar yang selalu terbarukan.  Di sini diperlukan strategi agar siswa mampu menghasilkan gagasan yang baru, cara baru, disain baru, model baru atau sesuatu yang lebih baik daripada yang sudah ada sebelumnya.
Segala sesuatu yang baru itu muncul dengan pemicu, di antaranya, karena tumbuh dari  informasi yang baru, penemuan baru, teknologi baru, strategi belajar yang baru yang lebih variatif, sistem kolaborasi dan kompetisi yang baru, eksplorasi  ke wilayah sumber informasi baru, menjelajah forum komunikasi baru, mengembangkan stategi penilaian yang baru yang lebih variatif.
Yang lebih penting dari itu adalah melaksanakan perencanaan belajar dalam implementasi belajar kegiatan sebagai proses kreatif dan menetapkan target mutu produk belajar sebagai produk kreatif yang inovatif.
Indikator kreativitas dalam perencanaan belajar jika guru menetapkan target-target berikut:
  • proses pembelajaran dirancang untuk membangun pengalaman belajar yang baru bagi siswa.
  • proses pembelajaran dirancang agar siswa memperoleh informasi terbaru.
  • proses belajar dirancang sehingga siswa dapat mengembangkan pikiran atau ide-ide baru.
  • proses belajar dapat mengasilkan produk belajar yang berbeda dari produk sebelumnya.
  • produk belajar diekspersikan dan dikomunikasi melalui media yang kreatif.
Memperhatikan harapan-harapan itu, maka mempersiapkan perangkat rencana pembelajaran untuk mengembangkan kreativitas siswa merupakan sebuah keniscayaan baru dalam sistem pengajaran kita.
Tips Mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran
Secara generik  mengembangkan kreativitas  siswa dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai  pengkondisian atau membangun iklum yang memicu berkembangnya kemampuan berpikir dan berkarya. Landasannya adalah menguasai pengetahuan dan menerapkan ilmu pengetahuan dalam bentuk keterampilan terbaik.
Kreativitas itu merupakan produk pada level berpikir tertinggi. Itu sebabnya, teori Bloom yang baru  menempatkan  to create atau berkreasi menjadi bagian penting penyempurnaannya sehingga ranah kognitif tidak diakhiri dengan evaluasi, melainkan kreasi.
Untuk mengembangkan siswa yang kreatif diperlukan guru-guru yang memiliki kompetensi sebagai berikut:
  • berpengetahuan tentang karakater dan kebutuhan siswa kreatif.
  • terampil mengembangkan  kemampuan berpikir tingkat tinggi.
  • terampil mengembangkan kemampuan siswa memecahkan masalah.
  • mampu mengembangkan bahan ajar untuk sehingga  menantang siswa lebih kreratif.
  • mengembangkan strategi pembelajaran individual dan kolaboratif.
  • memberi toleransi dan memberi kebebasan sekali pun hal itu tidak dikehendakinya jika ternyata prilaku berbeda  itu menghasilkan produk belajar yang lebih kreatif.
Di samping kebutuhan kompetensi guru,  pengembangan kreativitas siswa melalui pembelajaran memerlukan iklim atau kultur yang menunjang. Ada kebiasaan-kebiasaan yang baik yang guru tumbuhkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prilaku siswa kreatif tidak selalu seperti prilaku yang guru harapkan sehingga sering terjadi guru tidak menujang tumbunya kreativitas siswa.
Menurut hasil studi Utami Munandar (1997) ciri-ciri siswa kreatif adalah;
  • terbuka terhadap pengalaman baru.
  • kelenturan dalam sikap
  • kebebasan dalam ungkapan diri
  • menghargai fantasi
  • minat dalam kegiatan kreatif.
  • memiliki tingkat kepercayaan diri terhadap gagasan sendiri.
  • mandiri dan menunjukkan inisiatif.
  • kemandirian dalam memberi pertimbangan.
Di samping sifat tersebut dilihat dari  pengalaman penulis  mengajar, siswa kreatif memiliki sifat-sifat yang berani sehingga kadang-kadang berprilaku berani menentang pendapat, menunjukkan ego yang kuat, bertindak semau gue, menunjukan minat yang sangat kuat terhadap yang menjadi perhatiannya namun pada saat yang berbeda mengabaikannya, memerlukan kebanggaan atas karyanya. Sifat-sifat tersebut sering bertentangan dengan yang guru harapkan.
Guru mengharapkan siswa sopan, rajin, ulet, menyelesaikan tugas sesuai dengan yang guru targetkan, bersikap kompromis, tidak selalu bertentangan pendapat dengan guru, percaya diri, penuh energi, dan mengingat dengan baik.
Karena ciri anak berbakat dengan sifat-sifat siswa yang guru kehendaki berbeda, maka sering terjadi prakarsa kreatif siswa tidak mendapat dukungan guru.
Salah satu model pengembangan kreativitas adalah menggunakan pertanyaan untuk menantang proses berpikir level tertinggi sesuai dengan konsep mengembangkan ide-ide kreatif  dan karya kreatif dan inovatif. Untuk mengembangkan kecakapan ini guru dapat menggunakan berbagai pertanyaan, seperti:
  • Ada ide baru?
  • Setelah memahami konsep ini apakah Anda memiliki ide baru?
  • Setelah memperhatikan cara kerja untuk menyelesaikan tugas itu, adakah proses yang dapat kita sempurnakan sehingga prosesnya menjadi lebih baik?
  • Memperhatikan contoh-contoh itu, apakah ada yang dapat kita sempurnakan sehingga akan menjadi lebih baik?
Pertanyaan itu akan lebih variatif manakala disesuaikan profil kreatifitas siswa.
Profil individu imajinif (imagine) dapat dikembangkan dengan menggunakan model pertanyaan berikut:
  • Setelah membaca itu, adakah sesuatu yang hidup dalam hayalanmu?
  • Setelah melihat percobaan yang unik itu, adakah ide baru yang hendak kamu wujudkan?
  • Bisakah kalian rumuskan gagasan baru yang menurut kalian berbeda dengan yang telah kalian pelajari.
Profil individu penanam modal (invest) dapat dipicu dengan model pertanyaan berikut:
  • Itulah yang dilakukan oleh temanmu dari sekolah lain. Selanjutnya, keunggulan seperti apa yang harus dapat kita wujudkan? Bagaimana prosesnya dan seperti apa hasil yang ingin kita buat?
  • Bisakah kita menghasilkan yang lebih baik daripada yang dapat dilakukan oleh kelas lain?
  • Apa yang dapat kita lakukan agar kita bisa selesai lebih cepat dan lebih baik, kalian punya ide?
Profil individu pembaharu (improve) dapat dipicu dengan model-model pertanyaan berikut:
  • Perhatikan hasil karya itu, apa yang masih dapat kita kembangkan agar karya itu menjadi lebih baik.
  • Apakah kamu punya cara untuk mengkomunikasikan karya itu supaya jauh lebih menarik perhatian orang-orang?
  • Dapatkan kamu sempurnakan alat itu lebih kuat dan orang lebih mudah menggunakannya?
  • Bisakah kamu menyelesaikan tantangan itu lebih cepat daripada yang dilakukan orang-orang?
  • Bisakan kita jamin bahwa usaha itu tidak akan  gagal, bagaimana rencananya?
Profil pengeram ide (incubate) dapat dipicu dengan model pertanyaan berikut:
  • Apakah kamu yakin bahwa kegiatan itu akan lebih efektif, apa kelebihan ide yang akan kamu terapkan?
  • Siapakah sebaiknnya yang akan kamu libatkan?
  • Bagaimana mereka haru bekerja?
  • Keunggugulan apa yang akan benar-benar kalian wujudkan?
Beberapa model pertanyaan itu dapat terus ditingkatkan kesulitannya sejalan dengan berkembangnya kebiasaan baik siswa yang selalu berusaha untuk mendapatkan proses yang lebih baik dengan hasil yang lebih baik lagi.

By :

Referensi:
Jeff Degraff &Katherine A. Lawrence.2002. Creativity at Work: Developing the Right Practices to Make Innovation Happen, University of Michigan Business School Management Series, Jossey-Bass a Wiley Company. San
Utami Munandar.2002. Kreativitas dan Keberbakatan, PT Gramedia Utama, Jakarta.
Tags:

Senin, 25 Februari 2013

BERDOA AMPUH REDAKAN AMARAH



Orang bisa emosi marah, ataupun larut dalam rasa sedih yang berlebihan atas sebab apa saja seperti ; mendapat kritikan, ada komentar yang tidak baik ataupun masalah dalam kehidupan sosial yang semakin kompleks pada mada maza zaman seperti sekarang ini. Jika mengalaminya cobalah untuk berdoa, karena hasil riset studi menemukan fakta bahwa, doa bisa mengurangi amarah.
Studi ilmiah baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Amerika Serikat dan Belanda, juga  menunjukkan bahwa berdoa dapat membantu meredakan kemarahan, menurunkan sifat agresivitas dan mengurangi dampak dari bentuk gejala provokasi.
Brad Bushman, seorang profesor komunikasi dan psikologi dari Ohio State University dan juga penulis penelitian mengungkapkan bahwa orang sering beralih ke doa ketika ia merasakan emosi negatif dominan, termasuk rasa marah.
“Kami menemukan bahwa doa bisa membantu seseorang mengatasi kemarahannya, kemungkinan dengan membantunya mengubah cara pandang dalam melihat suatu peristiwa yang membuatnya emosional,” ujar Bushman, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (25/3/2011).
Dalam penelitian yang hasilnya dipublikasikan secara online di Personality and Social Psychology Bulletin menemukan bahwa berdoa dapat membantu seseorang mengontrol kemarahannya, terlepas dari apapun agama dan tingkat keimanannya.
“Dampak yang kami temukan dalam percobaan ini cukup besar, hasilnya menunjukkan doa benar-benar bisa menjadi cara yang efektif untuk menenangkan kemarahan dan agresi,” ujar Bushman.
Ketika seseorang menghadapi kemarahannya mungkin bisa lebih flashback mempertimbangkan nasihat lama untuk berdoa dibandingkan lebih fokus berlarut-larut memikirkan sesuatu hal yang mengganggu hati dan pikirannya. Hal ini akan sangat bermanfaat membantu seseorang dalam mengatasi emosi negatifnya.
Saat berdoa biasanya orang akan menjadi lebih tenang dan dapat bernapas stabil normal secara teratur, dan kondisi perasaan lebih tenang. Dan kondisi ini bisa membuat seseorang menjadi lebih rileks sehingga bisa mengendalikan kondisi gejolak amarahnya yang sangat mendominasi.
Ketika kemarahan muncul, maka otot-otot menjadi tegang dan otak melepaskan zat kimia yang dapat menyebabkan ledakan energi. Kondisi ini memicu jantung untuk berdetak lebih cepat, meningkatkan tekanan darah, napas menjadi lebih cepat, aliran darah meningkat ke lengan, kaki dan wajah yang membuatnya menjadi memerah.
Pada beberapa orang tertentu kemarahan yang muncul seringkali diikuti dengan rasa sakit kepala baik tension headache (sakit kepala seperti ada yang mengikat kepala dengan keras/ketat) atau, reaksi gejala migrain (hanya terjadi di satu bagian kepala saja) yang disebabkan oleh perubahan fisiologis yang terjadi di dalam tubuh.
By : ChiperC - word press them

Sabtu, 29 Desember 2012

Ledakkan Pertumbuhan Profit dan Benefit dengan Kekuatan Visi



Jika anda beriorientasi dalam usaha mengembangkan bisnis atau anda adalah salesman yang diberi tanggung jawab untuk sebuah area penjualan maka aspek pertumbuhan adalah sesuatu hal yang sangat penting. Karena pada dasarnya semua perusahaan pasti mengharapkan pertumbuhan yang terjadi akan berlangsung secara terus menerus, begitu juga halnya dengan kita secara pribadi, karena hal seperti ini berarti menjadi penambahan pendapatan pribadi kan.

Akan tetapi dalam dunia penjualan, terkadang kita menjumpai keadaan pasar kita mencapai titik jenuh, dimana penjualan kita rasanya terhambat pada satu titik dan tidak mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan lagi.

Jika hal ini terjadi maka sebaiknya anda mengambil waktu sebentar untuk berfikir. yaitu mengenai mimpi dan rencana-rencana anda kedepan. Tentu saja setiap Kita pasti menginginkan hal - hal yang ideal untuk mendorong setiap penjualan Kita, seperti tambahan pelanggan, tambahan pemasukan, ekspansi ke daerah yang belum terjangkau atau ekspansi ke luar daerah baik regional maupun nasional. memang sederhana tetapi hal ini dapat meledakkan pertumbuhan penjualan anda pada masa yang akan datang, karena tanpa visi yang inspiratif maka setiap perencanaan anda pada bulan berikutnya lebih kurang akan sama dengan bulan sebelumnya dan hal ini berarti jumlah penjualan yang sama dan tingkat pertumbuhan yang sangat minim.

Bagaimana kita menggunakan kekuatan visi agar sesuai dengan bisnis kita, berikut adalah beberapa langkah yang dapat kita pakai untuk memanfaatkan kekuatan visi :

1. Tuliskan Visi
Tuliskan hal - hal ideal apa yang ingin anda raih,Hal ini bisa saja dengan mengembangkan usaha, misalnya dengan membuka 5 kantor cabang atau membuat franchise, dan lain sebagainya bagi perusahaan anda sebagi pemilik bisnis. Sedangkan bagi salesman yang bekerja bisa saja memimpikan agar semua toko di area penjualannya, dapat eksis menjual setiap produk anda. ingatlah apa yang kita inginkan itulah yang kita dapatkan. tuliskan saja semua hal dan buatlah daftar atas semua keinginan anda.

2. Buatlah Statement atas Visi
Setelah mendapatkan visi yang ideal, maka langkah berikutnya adalah menuliskan statement visi anda. Hal ini dilakukan agar anda selalu termotivasi untuk mencapai tujuan anda setiap hari dengan melihat statement visi tersebut. Buatlah statement Visi yang realistic yang akan dicapai pada masa yang akan datang seperti 1-,3-,5 atau sepuluh tahun lagi.

3. Pecahkan Visi dan buatlah Target Pencapaian
Setelah mendapatkan statement visi yang tepat, maka langkah berikutnya menciptakan langkah - langkah untuk mencapai visi tersebut dan mejadikannya target yang harus dicapai setiap minggu, bulan atau tahunnya. Buat maksimal Tiga sampai Lima saja target yang harus dicapai dan harus realistis dapat diukur secara quantitas misalnya untuk tahun pertama saya akan membuka cabang di jalan A. Yani kemudian tahun kedua di Jl. Sudirman dan seterusnya atau membuat semua toko yang bentuknya warung menjual produk saya kemudian tahun berikutnya semua toko yang berbentuk supermarket bagi salesman.

4. Buat Review atas Statement Visi kita setiap tahunnya.
Lihat Visi anda dan seberapa dekat anda dengannya setiap tahun, Ingat sekali kita punya visi yang baik maka kita harus berusaha sekuat tenaga agar visi kita tercapai. Semakin dekat kita dengan visi kita semakin tinggi motivasi kita untuk meraihnya. Jika ternyata kita diam di tempat atau bahkan semakin jauh, ada baiknya kita merevisi visi kita tersebut baik dari segi waktu ataupun jumlah.

Dengan menerapkan kekuatan Visi ini, kita akan selalu dapat mampu maju ke depan dengan proses-proses yang effektif. Bisnis tidak akan pernah tumbuh jika kita tetap melakukan setiap hal-hal yang sama seterusnya, dan bisnis tidak akan pernah tumbuh secara fantastis jika kita tidak menginginkannya sesuatu menjadi lebih luar biasa. Selalulah berfikir atas setiap hal - hal yang besar karena dengannya setiap keyakinan, usaha dan tetap fokus untuk satu titik tujuan tersebut, maka bisa dipastikan pikiran kita akan mengarah berproses mengantarkan Kita untuk mewujudkannya.                                                                                                                 
                                                                                                                                                                Semoga Menginspirasi !