Senin, 24 Juni 2013

MENJADI SEORANG PENJUAL YANG HANDAL




Mengapa Saya Perlu Menjadi Seorang Penjual ?

Coba tanyakan pada orang sekitar Anda, apakah ada yang mau menjadi
salesman? Jawabnya sebagian (besar) pasti akan bilang tidak. Memang
sebagian orang berpendapat bahwa mereka tidak mampu menjadi sales
atau penjual. Tidak bakat, katanya. Benarkah demikian?

Sebenarnya tidak dapat dihindarkan bahwa Anda harus melakukan
pekerjaan sales ini setiap saat dalam jabatan apapun. Kita sering harus
“menjual” atau menawarkan gagasan kita agar diterima atasan dan
bawahan. Kita harus “menjual” atau membujuk orang di bagian lain agar
mau menerima cara kerja kita. Kita harus memberikan jawaban yang
memuaskan setiap kali ada komplain dari pelanggan. Tanpa disadari,
kunci keberhasilan Anda sebagai karyawan dan pengusaha ditentukan
oleh kemampuan “menjual” diri, produk, dan gagasan Anda secara
persuasif pada orang lain. Itu semua adalah bagian dari pekerjaan
menjual. Kalau Anda tidak mampu menguasai teknik menjual ini, Anda
akan dikategorikan sebagai orang yang tidak mampu berkomunikasi
dengan orang lain. Saya jamin, Anda tidak akan sukses dalam karir dan
bisnis Anda.

Modal utama dari seorang penjual
bukan hanya ada pada bakat, tetapi juga yang terpenting adanya kemauan untuk menjadi bisa, dan mampu.
Menurut fakta catatan, dan pengalaman, kemampuan
bisa dipelajari dan secara
alamiah,dan selanjutnya akan tumbuh menjadi bakat kita.
Bahkan salesman profesionalpun
masih sangat perlu diberikan beberapa training. Mengapa?
Sebab kemampuan menjual harus
dikembangkan dengan cukup banyak
pelatihan sehingga menjadi lebih berpengalaman.
selamat mencoba, dan semoga menginspirasi ?!

Bagaimana Menjadi Penjual Yang Baik?

Pada dasarnya tugas utama seorang penjual di samping menjual
barang maka ia juga harus berusaha agar dapat membangun citra
perusahaan yang baik di mata para langganan atau calon langganan
yang ia hadapi.
Bagi perusahaan-perusahaan yang mengetahui dan menyadari
pentingnya latihan-latihan guna mendapatkan penjual yang kreatif maka
banyak program latihan dalam perusahaan yang diperuntukkan penjual
tetap dilaksanakan secara berkembang dan meluas.
Misalnya: penjual-penjual tersebut
diberi program pelajaran dasar-dasar
pemasaran, teknik dan cara menjual,
latihan kerampilan berkomunikasi dan
lain-lain. Karena pada dasarnya suatu
perusahaan yang baik bila memiliki
penjual haruslah penjual-penjual yang cukup
berpendidikan, memiliki rasa tanggung
jawab yang besar dan juga terlatih.
Jadi keberhasilan seorang penjual
tidak cukup kalau mereka hanya
bermodalkan senyuman, tas dan sepatu
yang bersih dan berpenampilan sedapat mungkin menarik.

Namun penjual yang baik hendaklah
mereka yang mengetahui dan mampu
untuk menganalisa apa yang dibutuhkan
konsumen pada saat ini, apa yang
paling disukai maupun yang paling tidak
disukai oleh kosumen, mutu promosi,
pemberian service yang paling jitu
dalam menarik minat konsumen agar
mereka mau membeli produk kita. Selain
itu seorang penjual harus juga mengenal
medan (wilayah) dengan seksama,
dapat memanfaatkan dan menggunakan
waktu secara cermat, efisien serta
tepat. Karena waktu bagi penjual
merupakan resource yang sangat penting
sekali. Dan sudah barang tentu pula
faktor keramahtamahan harus ada.

Kualifikasi Penjual

Untuk lebih jelasnya lagi maka kita dapat membagi kategori penjual
berdasarkan atas kualifikasinya berikut ini :
- Kategori 1 : adalah penjual yang sopan, ramah, baik dan penurut
- Kategori 2 : adalah penjual yang produktif dan yang
memiliki banyak akal cerdik mengunakan setiap kesempatan
- Kategori 3 : adalah penjual yang sangat produktif walaupan tanpa memiliki
akal cerdik

Kemampuan Bertempur

Penjual kategori 1 biasanya cenderung untuk selalu tunduk dan taat
dengan apa kata boss. Ia kurang mempunyai rasa bertempur yang tinggi
dengan perusahaan pesaing, sikapnya pasif dan kurang pandai
membaca strategi musuh. Oleh sebab itu prestasi penjual biasanya juga
termasuk sedang-sedang saja. Karena penjual ini bersifat penurut jelas
kalau ia tidak berani untuk berbuat/bertingkah yang macam-macam
terhadap boss. Satu hal lagi penjual dalam kategori ini biasanya
hanya lebih suka sebagai pengambil order saja.
Penjual yang tergolong ke dalam

kategori 2 ini cenderung memiliki
kemampuan bertempur cukup tinggi,
hal ini disebabkan penjual ini adalah
seorang penjual yang kreatif. Bisa
dikata ia mempunyai indra ke enam
yang tajam dalam menganalisa
kekuatan pasar yaitu dengan jeli ia
mengamati seberapa besar jumlah
produk yang dibutuhkan konsumen
ataupun ketajamannya dalam
mengevaluasi berapa prosentasi market
share yang telah dikuasai
perusahaannya dan perusahaan
pesaingnya. Karena penjual ini
tergolong mempunyai produktivitas
kerja cukup tinggi maka jangan heran
kalau ia juga mempunyai banyak akal,
cara ataupun taktik menyusup ke kubu
lawan melalui proses liku-likunya yang
memang sudah ia kuasai.

Kategori 3 adalah penjual yang juga tergolong produktif seperti
halnya penjual kategori 2 tapi disini ia tidak menerapkan akal
bulusnya terutama untuk mengelabui bossnya. Beruntung sekali
apabila perusahaan yang pada kenyataannya mempunyai penjual
seperti dalam kategori 3. Penjual yang rajin, produktif, jujur ( tidak
suka mengakali boss) merupakan penjual yang ideal dan disukai
banyak perusahaan. Namun perlu diingat orang-orang seperti kriteria
di atas dewasa ini sulit sekali diketemukan. Sebab sebagian besar
waktu penjual adalah di luar kantor jadi kita terkadang mengalami
kesulitan untuk mendeteksi mereka secara langsung. Jadi semakin
pandai penjual membaca serta menyesuaikan diri dengan situasi
makin baik kesan konsumen terhadapnya sehingga makin banyak
barang atau jasa yang berhasil ia jual.

Bila kita hubungkan dengan ke tiga macam klasifikasi penjual
dimuka maka apabila perusahaan akan merekrut penjual janganlah
ragu untuk memilih penjual yang tergolong dalam kategori 2.
Dengan mengingat sepanjang penjual tersebut tidak terlalu merugikan
perusahaan.
Tapi yang paling
menentukan adalah
kemampuan si boss dalam
memanajemen para
penjualnya. Sehingga
perusahaan tidak terlalu
tergantung pada satu
penjual yang dianggap baik
saja namun perusahaan juga
perlu melatih penjualnya
yang lain agar dapat
menjadi seorang penjual
professional.


Dengan demikian penjual professional harus belajar merasakan
perasaan orang lain. Bicarapun diusahakan agar jangan sampai
menyinggung perasaan konsumen . Kalau perlu kurangi bicara
terlalu panjang lebar, apalagi bila ada pembicaraan yang
menyimpang dari pokok pembicaraan hendaknya dibuang. Bila
memungkinkan bisa ditambahkan dengan gagasan -gagasan kita
sendiri. Buatlah konsumen terpikat dengan pembicaraan dan
gagasan-gagasan kita yang wajar, tidak berlebihan dan mengenai
sasaran.

Beberapa Tips untuk Menjual

1. Menguasai benar-benar apa yang akan Anda “jual”
Tidak peduli apakah Anda mau menjual barang atau jasa atau gagasan
atau mengajak kerjasama patungan dll, Anda akan lebih berhasil bila
Anda mengetahui benar-benar apa yang Anda sampaikan. Pelajarilah dan
perispkan pengetahuan Anda tentang apa ciri khas “produk” Anda, apa
manfaat utama untuk penggunanya, apa kelemahannya, apa kekuatannya,
dan harga atau biayanya.

2. Penampilan
Kepribadian Anda akan terpancar dari

Wah, terlambat! Aku janji
bertemu dengan klien
satu jam yang lalu...

penampilan Anda. Orang akan melihat
penampilan fisik terlebih dahulu, baru
kemudian komunikasi Anda. Sesuaikan
penampilan Anda dengan apa yang
Anda jual dan siapa pelanggan Anda.

3. Kemauan bergaul dengan orang.
Setelah penampilan Anda diterima
orang, mulailah bicara. Kembangkan
kemauan untuk bergaul dengan orang
lain. Pelajari cara etika pergaulan. Kata
kuncinya adalah ramah. Perlu
keramahan dalam berkomunikasi
dengan orang lain. Jangan lupa disiplin
waktu dan tepatilah janji Anda.


4. Bantulah calon pembeli mengambil keputusan
Calon pembeli biasanya ragu-ragu. Yakinkan dia bahwa tawaran Anda
itu bagus dan tepat bagi dia. Kalau perlu buatkan perbandingan
dengan produk sejenis. Setiap kali calon pembeli mengutarakan
keberatan, hendaknya Anda siap dengan jawabannya. Namun terlebih
dahulu katakan “ya, tetapi..........” Jangan sekali-kali memaksa.

5. Manfaatkan peluang penjualan dengan baik
Agar calon pembeli benar-benar membeli, maka Anda harus awas dan
jangan melepas peluang begitu mereka menampakkan tanda setuju.
Penjualan tidak sekaligus, tetapi langkah demi langkah akan membawa
pada keberhasilan. Ikuti dengan sabar, dan segera manfaatkan
peluang begitu mereka nampak bersedia. Setelah penjualan, Anda
berikan informasi dan alamat jelas untuk follow up jika ada masalah di
kemudian hari. Ada kemungkinan mereka akan membeli lagi lain kali.
Mengatur Komunikasi Marketing

Untuk meraih sukses, Anda perlu strategi yang dapat memformulasikan
kebutuhan-kebutuhan Anda secara strategis. Caranya dengan
mengeksplorasikan seluruh pilihan marketing komunikasi dan
maksimalkan peluang mendapatkan penghasilan keseluruhan. Ada
beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mempermudah memanage
marketing komunikasi ini, yaitu:

1. Temukan bagaimana caranya menciptakan persepsi dari tujuan
utama produk tersebut. Sebuah produk tentunya memiliki tujuan utama
yang dimaksudkan bagi konsumen, ciptakanlah persepsi tujuan tersebut
agar proses marketing menjadi lebih mudah.
2. Identifikasikan segmen pasar yang paling menguntungkan untuk
mencapai target. Segmentasi pasar sangatlah penting dalam tujuan
penjualan produk. Untuk mengidentifikasikannya, Anda bisa
mempelajari pola perilaku pasar. Dari sana akan ditemukan berbagai
karakteristik yang bisa menentukan langkah marketing selanjutnya.

3.Optimalkan nilai hubungan antar
konsumen yang menjadi daerah
marketing komunikasi Anda.
Hubungan dengan para konsumen
adalah langkah baik untuk
mengetahui kelemahan dan kekuatan
produk tersebut juga untuk
mempermudah proses penjualan.
4. Bangun strategi tingkat
pendapatan yang sekaligus
menghasilkan suport manajemen.
Strategi adalah sesuatu yang
wajib dimiliki, strategi ini
dimaksudkan sebagai panduan
dalam menentukan langkah praktis.
5. Identifikasikan teknologi media
baru untuk mengintegrasikan
komunikasi.

6. Tingkatkan hubungan baik dengan media dengan mengkoordinasikan
startegi advertising dan strategi public relation. Media massa adalah
chanel paling efektif dalam proses marketing.



Hebat adalah untuk melakukan satu hal yang biasa dengan cara yang tidak biasa.
Excellence is to do a common thing in an uncommon way.
~Booker T. Washington



Cara memulai sesuatu adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan.
The way to get started is to quit talking and begin doing.
~ Walt Disney


(sumber: ragam nara sumber)

----------------------------------------------------------------------------------
MSDM. MJA  - Artikel Pembelajaran, SPG/SPB - Tenaga Penjual Toko